<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blogspreneur.info &#187; Artikel Bisnis</title>
	<atom:link href="http://blogspreneur.info/category/artikel-bisnis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogspreneur.info</link>
	<description>Kumpulan artikel seputar Bisnis, Motivasi, Monetisasi Blog, dan Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 15:51:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Analisa Persaingan Usaha</title>
		<link>http://blogspreneur.info/tips-analisa-persaingan-usaha</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/tips-analisa-persaingan-usaha#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 15:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Persaingan Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[blogspreneur]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[mengidentifikasi produk dan jasa]]></category>
		<category><![CDATA[persaingan usaha]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[public image]]></category>
		<category><![CDATA[Tips analisa]]></category>
		<category><![CDATA[tips usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu langkah yang penting sebelum anda memulai bisnis adalah melakukan analisa persaingan usaha/analisa kompetitor. Anda sebaiknya mereview literatur dari kompetitor, untuk melihat bagaimana mereka merepresentasikan usaha mereka dan seperti apa public image yang dibangun. Sering kali literatur bisnis memuat mission statement dan juga mengidentifikasi produk dan jasa spesifik mereka. James W. Hart, seorang pakar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu langkah yang penting sebelum anda memulai bisnis adalah  melakukan analisa persaingan usaha/analisa kompetitor. Anda sebaiknya  mereview literatur dari kompetitor, untuk melihat bagaimana mereka  merepresentasikan usaha mereka dan seperti apa <em>public image</em> yang  dibangun. Sering kali literatur bisnis memuat mission statement dan juga  mengidentifikasi produk dan jasa spesifik mereka. James W. Hart,  seorang pakar marketing, memberikan tips analisa persaingan usaha yang  meliputi langkah- langkah seperti berikut :<br />
<span id="more-208"></span><br />
<strong>1.</strong> Berperanlah  sebagai pelanggan dengan cukup uang. Telponlah pesaing di daerah anda  dan berbicaralah dengan representative dari perusahaan tersebut seperti  layaknya anda adalah prospek potensial yang sedang mencari informasi.  Anda dapat menanyakan dengan rumus 5WH (Who, What, When, Where, Why and  How) untuk memberi pertanyaan yang cerdas dan mendapat jawaban tentang  kekuatan dan kelemahan pesaing anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu hal terpenting yang  harus berhasil anda lakukan adalah membuat mereka mengirimkan sales  &amp; information package mereka pada anda, dimana dalam package  tersebut akan dijelaskan mengenai produk dan jasa mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Literatur  bisnis kompetitor anda akan menceritakan secara detil mengenai public  image mereka , dan disamping itu anda dapat mempelajari kekuatan dan  kelemahan produk dan jasa yang mereka tawarkan secara detil. Pastikan  juga anda mempelajari bagaimana mereka menghandle telepon dari  pelanggan, memproses permintaan informasi, dan berapa lama permintaan  informasi tersebut akhirnya sampai ke tangan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Dapatkah anda  menawarkan sistim komunikasi yang lebih baik? Bagaimana tampilan dari  business card mereka? Hal-hal yang kecil seperti ini dapat memberikan  gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan anda sendiri, sehingga dapat  ditentukan apakah anda dapat bersaing dengan mereka atau tidak. Apakah  anda akan bersaing dalam hal harga atau service yang lebih baik?<br />
<strong><br />
2.</strong> Telponlah kompetitor di luar daerah anda. Anda selanjutnya dapat  menelpon perusahaan yang sejenis dengan anda (atau yg sedang anda  rencanakan) di luar daerah anda, dimana anda tidak dianggap sebagai  saingan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, mereka tidak merasa terancam saat anda  memberikan pertanyaan. Sangatlah berguna bila anda dapat berbicara  dengan personel kunci dari perusahaan sejenis, misalkan di lain  propinsi. Saat anda berbicara dengan kompetitor yang jauh jaraknya  seperti ini, pendekatan anda haruslah lebih“straight-forward”.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda  dapat katakan pada pemilik ataupun managernya, bahwa anda sedang  berpikir untuk membuka usaha sejenis dan berharap mendapat  masukkan/input dari mereka. Sering kali mereka dengan senang hati akan  memberikan input tentang industri mereka, bisnis secara keseluruhan dan  banyak lagi informasi gratis pada anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, anda perlu  berhati-hati agar tidak menghabiskan waktu terlalu banyak dalam  bertanya, batasi percakapan telpon anda 10 sampai 15 menit maksimum.  Cara terbaik adalah memikirkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu,  dan menuliskannya di atas kertas, sehingga anda dapat menanyakannya  dengan lancar.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian anda akan tampak seperti seorang  professional, dan jika suatu saat anda perlu menelpon lagi, mereka akan  menerimanya. Jika anda terdengar seperti seorang bodoh saat berbicara di  telpon, mereka mungkin tidak akan menerima telpon anda lagi. Kuncinya  adalah tidak menghamburkan waktu.<strong></strong></p>
<p><strong>3.</strong> Terakhir anda dapat  melakukan “in-field competition analysis” dengan melakukan telemarketing  pada prospek dan menanyakan apakah mereka mengenal kompetitor anda,  pernah menjalin hubungan bisnis dengan mereka, dan lain-lain. Dengan  melakukan ini, anda juga melakukan prekualifikasi terhadap prospek  potensial yang belum pernah menjalin bisnis dengan kompetitor anda, dan  membuka peluang terjadinya penjualan. S</p>
<p style="text-align: justify;">ebagai tambahan, di saat anda  berada di luar melakukan sales call, anda dapat melakukan cara yang sama  saat berbicara dengan prospek dan anda dapat mengetahui apa yang mereka  suka dan apa yang tidak mereka suka dari kompetitor anda. Sekali lagi,  anda dapat membuka peluang terjadinya penjualan dengan mengidentifikasi  poin-poin differensiasi anda terhadap kompetitor.</p>
<p>Dengan  melakukan langkah-langkah di atas dan mengasah phone-skills anda,  dipastikan anda akan mendapatkan banyak informasi berguna tentang bisnis  yang sedang anda rencanakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/tips-analisa-persaingan-usaha/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha Eksport dan Import</title>
		<link>http://blogspreneur.info/usaha-eksport-dan-import</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/usaha-eksport-dan-import#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 21:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[eksport]]></category>
		<category><![CDATA[Eksport dan Import]]></category>
		<category><![CDATA[eksport import]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[import]]></category>
		<category><![CDATA[usaha eksport import]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Memang untuk mempunyai Usaha Eksport &#8211; Import tidak sulit, namun yang pasti juga tidak semudah membuka usaha seperti di kaki lima. Sulit atau gampang itu relatif, yang terpenting adalah bahwa kita harus mempunyai semangat, keberanian, kemauan untuk selalu belajar, dan kemauan untuk kerja keras. Anda tidak akan berhasil hanya dengan membaca artikel ini. Sebelum membahas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Memang untuk mempunyai Usaha Eksport &#8211; Import tidak sulit,  namun yang pasti juga tidak       semudah membuka usaha seperti di kaki lima. Sulit atau gampang itu       relatif, yang terpenting adalah bahwa kita  harus mempunyai semangat, keberanian, kemauan untuk selalu belajar, dan kemauan untuk kerja keras.  Anda tidak akan berhasil hanya dengan membaca artikel ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membahas lebih jauh, sebaiknya kita coba       dulu invetaris, apa  saja yang harus dipelajari agar kita bisa       mengetahui secara  teori mengenai dunia usaha eksport import.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa sih pengertian dari Usaha       Ekport dan Import ?<span id="more-202"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Usaha <a href="http://blogspreneur.info/usaha-eksport-dan-import"target="_blank"title=" Usaha Eksport dan Import " >Eksport dan Import</a> adalah suatu kegiatan       dimana pada dasarnya  adalah mempertemukan pembeli dan penjual antar negara       yang  berbeda. Jika pembelinya dari luar negeri dan penjualnya dari dalam        negeri, itu dinamakan kegiatan <em>mengeksport</em>. Demikian jika sebaliknya,  jika       pembelinya dari dalam negeri dan penjualnya dari luar negeri,  maka       kegiatan ini disebut <em>mengimport</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dalam menjalankan usaha eksport       import, pengusaha eksport  import dapat berfungsi macam-macam yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Berfungsi sebagai perantara antara           penjual barang dan  pembeli barang.</li>
<li>Dapat pula berfungsi sebagai tenaga            pemasaran di  negara tujuan, dengan secara aktif melakukan           teknik-teknik  marketing seperti periklanan, dll.</li>
<li>Berfungsi sebagai pemilik barang baik           dengan membeli            dari produsen ataupun memproduksinya sendiri dan kemudian  mencari pembelinya</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kenapa bisa terjadi kegiatan eksport       import antara satu negara  dengan negara lainnya ?</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti       halnya transaksi  yang biasa terjadi antara penjual dan  pembeli, maka        landasan saling menguntungkanlah yang paling  utama. Yaitu penjual akan       mendapatkan kelebihan dari harga jual,  sedangkan pembeli mendapatkan       barang yang dibutuhkan. Demikian  halnya suatu negara akan membeli barang       dari negara lain kalau  harganya lebih murah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa untuk barang yang sama disatu       negara bisa lebih murah  dari negara yang lain ?</p>
<p style="text-align: justify;">Disuatu negara dapat menjual produknya       lebih murah dari negara  lain disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Sumber bahan baku alamnya tersedia           melimpah ruah,  sehingga tentunya harga jualnya menjadi lebih murah.</li>
<li>Sumber tenaga kerjanya lebih murah dan           tentunya  skillnya lebih trampil.</li>
<li>Teknik produksinya didukung oleh           teknologi yang  memadai untuk mengubah bahan baku menjadi barang jadi.</li>
<li>Kebijaksanaan pemerintah yang mendukung           program  eksport atau import, sehingga tersedia fasilitas yang            memudahkan produksi atau memasukan barang penunjang produksi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Selain faktor murahnya suatu barang,       kegiatan eksport import  juga bisa disebabkan karena langkanya barang       tersebut. Sehingga  negara yang memerlukan barang tersebut terpaksa harus       mengimport  dari negara lain. Misalnya negara penghasil minyak akan        mengeksport minyaknya ke negara yang tidak mempunyai sumber alamnya.  Namun       negara penghasil minyak tersebut mungkin harus mengimport  bahan tekstil       dari negara lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awalnya Usaha       Eksport Import ini akan mengalami sedikit  kesulitan karena istilah-istilah       seperti  eksport seperti <em>financing,  letter of credit, packing, distribution,       shipping</em> dan istilah  istilah asing lainnya yang tadinya tidak pernah       terpikir.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dengan usaha       yang keras, telaten, banyak belajar, maka  dengan sendirinyalah       istilah-istilah itu akan menjadi pekerjaan  rutin yang cukup menyenangkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/usaha-eksport-dan-import/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Obilgasi Itu?</title>
		<link>http://blogspreneur.info/apakah-obilgasi-itu</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/apakah-obilgasi-itu#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 14:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Apakah Obilgasi Itu?]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar modal]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian obligasi sebenarnya adalah surat hutang. Ketika suatu perusahaan membutuhkan uang ia memiliki alternatif untuk berutang kepada bank atau kepada masyarakat umum melalui pasar modal. Obligasi merupakan salah satu peluang investasi yang lebih rendah resikonya daripada saham karena obligasi memiliki imbal balik yang dibayarkan dengan menukarkan kupon bunga obligasi. Di Indonesia obligasi yang terkenal adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pengertian <a href="http://blogspreneur.info/apakah-obilgasi-itu"target="_blank"title="Obligasi" >obligasi</a> sebenarnya adalah surat hutang. Ketika suatu perusahaan  membutuhkan uang ia memiliki alternatif untuk berutang kepada bank atau  kepada masyarakat umum melalui pasar modal.</p>
<p style="text-align: justify;">Obligasi merupakan salah  satu peluang investasi yang lebih rendah resikonya daripada saham karena  obligasi memiliki imbal balik yang dibayarkan dengan menukarkan kupon  bunga obligasi. Di Indonesia obligasi yang terkenal adalah Surat Utang  Negara (SUN). Ini dianggap sebagai salah satu peluang investasi yang  aman karena dijamin oleh pemerintah sendiri sebagai penerbitnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/apakah-obilgasi-itu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur Inteligensi</title>
		<link>http://blogspreneur.info/mengatur-inteligensi</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/mengatur-inteligensi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 09:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[eksternal perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Mengatur Inteligensi]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran sukses]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perusahaan, bagian marketing adalah ujung tombak dan oleh karena itu maka perusahaan selalu memberikan biaya lebih untuk bagian marketing. Kenapa ujung tombak? Kerena orang marketing langsung berkomunikasi, berhubungan langsung dengan eksternal perusahaan. Siapa aja sih eksternal perusahaan? Ya pelanggan dan pesaing di market mereka. Sehingga informasi yang di ketahui oleh orang marketing memberikan langkah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam perusahaan, bagian marketing adalah ujung tombak dan oleh karena itu maka perusahaan selalu memberikan biaya lebih untuk bagian marketing. Kenapa ujung tombak? Kerena orang marketing langsung berkomunikasi, berhubungan langsung dengan eksternal perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa aja sih eksternal perusahaan? Ya pelanggan dan pesaing di market mereka. Sehingga informasi yang di ketahui oleh orang marketing memberikan langkah selanjutnya yang harus di lakukan untuk meraih sukses tanpa perlu susah payah. Untuk ini mereka harus melakukan survei dan pengambilan informasi untuk &#8220;musuh&#8221;.<span id="more-195"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana caranya? Dengan memberikan angket atau pergi ke perusahaannya dengan bertanya kepada bagian administrasi mereka, angket, atau meriset hasil dari produk atau jasa mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu siapkan analisis bersaing.</p>
<p style="text-align: justify;">Buat perbandingan berikut ini:</p>
<ol>
<li>Pesaing mana yang memiliki pengaruh moral lebih besar?</li>
<li>Pesaing mana yang memiliki kemampuan lebih besar?</li>
<li>Sisi mana yang memiliki kondisi pasar dan peraturan yang lebih menguntungkan?</li>
<li> Disisi mana keputusan akhir dapat di implementasi kan dengan baik?</li>
<li> Sisi mana yang memiliki persenjataan yang tangguh?</li>
<li> Disisi mana para &#8220;prajurit&#8221; dilatih dengan baik?</li>
<li> Sisi mana yang lebih ketat dan lebih tidak memihak dalam memberikan penghargaan dan menjatuhkan hukuman?</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dari ke tujuh elemen tersebut kita dapat memperkirakan kemenangan yang akan di dapat. Sehingga kemenangan atau kesuksesan pemasaran dapat diraih tanpa susah payah. Dalam perusahaan pasti ada mata-mata yang menyusup ke perusahaan anda. Dengan kata lain mereka adalah pegawai atau staff yang gampang berkhianat pindah ke tempat pesaing anda dengan iming-iming uang yang lebih besar. Sehingga lindungi lah rahasia perusahaan anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/mengatur-inteligensi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip Marketing &#8211; Hormati Pelanggan Anda</title>
		<link>http://blogspreneur.info/prinsip-marketing-hormati-pelanggan-anda</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/prinsip-marketing-hormati-pelanggan-anda#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 10:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[cara melayani pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[ide bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[memilih produk]]></category>
		<category><![CDATA[memilih produk dan jasa]]></category>
		<category><![CDATA[menghormati pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan loyal]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan potensial]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip marketing]]></category>
		<category><![CDATA[tawaran kepada pelanggan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Untuk melayani pelanggan kita perlu 3 hal: Mengetahui siapa mereka. Mengetahui apa yang mereka inginkan. Memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan. Jadi dari kesimpulan diatas kita dapat mengetahui bahwa dibagian ini lah penetapan positioning yang tidak berpengaruh waktu masuk. Pernyataan penetapan posisi mencakup: 1. Pelanggan yang menjadi sasaran: Tidak semua pelanggan adalah pelanggan potensial. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Untuk melayani pelanggan kita perlu 3 hal:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Mengetahui siapa mereka.</li>
<li>Mengetahui apa yang mereka inginkan.</li>
<li>Memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jadi dari kesimpulan diatas kita dapat mengetahui bahwa dibagian ini lah penetapan <em>positioning</em> yang tidak berpengaruh waktu masuk.<span id="more-191"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pernyataan penetapan posisi mencakup:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pelanggan yang menjadi sasaran: Tidak semua pelanggan adalah pelanggan potensial. Pelanggan sasaran adalah pelanggan yang peduli terhadap perusahaan anda sendiri. Bila anda loyal terhadap pelanggan anda dalam hal melayani kebutuhan mereka maka pelanggan anda akan loyal terhadap perusahaan anda, dan disini lah posisi anda dapat menerapkan harga yang wajar dalam keadaan ekonomi seperti apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Bisnis anda sendiri: Di poin ini anda harus mengerti bisnis anda sendiri dengan cara mendefinisikan bisnis anda. Mendefinisikan bisnis anda dengan baik, akan membuat anda berbeda dengan pesaing anda. Definisi yang membantu anda mengalokasikan sumber daya anda dengan cara yang unik untuk melayani pelanggan anda, maka anda akan berhasil merebut hati pelanggan anda dengan cara yang baru dan tidak biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Manfaat yang anda tawarkan kepada pelanggan: Menentukan produk atau jasa yang anda tawarkan kepada pelanggan anda. Pelanggan anda tidak harus fokus untuk hal ini, tapi anda harus fokus dimana anda harus mengetahui apa yang di inginkan oleh pelanggan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Mengapa masalah anda akan lebih memilih produk dan jasa anda: Pelanggan merupakan kekuatan yang menggerakkan bisnis anda. Pikirkan mengenai masalah pelanggan anda dan cara menyelesaikan masalah tersebut, lupakan masalah anda.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Ide sederhana yang dilaksanakan dengan penuh semangat mempunyai kecenderungan berhasil: Ide sederhana selain lebih mudah di implementasikan atau di kerjakan, biaya yang digunakan juga rendah. Itu adalah salah satu titik poin plus untuk perusahaan anda. Walaupun rencana atau ide yang anda pergunakan sederhana tapi dengan semangat yang luar biasa semua akan berhasil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/prinsip-marketing-hormati-pelanggan-anda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis-Jenis Pajak</title>
		<link>http://blogspreneur.info/jenis-jenis-pajak</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/jenis-jenis-pajak#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 09:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[income tax art]]></category>
		<category><![CDATA[ITA]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis pajak]]></category>
		<category><![CDATA[kredit pajak]]></category>
		<category><![CDATA[membayar pajak]]></category>
		<category><![CDATA[negeri]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[pajak jasa]]></category>
		<category><![CDATA[pajak luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[pajak negara]]></category>
		<category><![CDATA[PPh]]></category>
		<category><![CDATA[Value Added Tax]]></category>
		<category><![CDATA[VAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[1. ITA 21 (Income tax art 21) atau PPh 21(Pajak Penghasilan Pasal 21): dipotong dari gaji karyawan (berarti kewajiban bagi perusahaan, uangnya yang harus disetorkan kepada negara) 2. ITA 23, 26, dan 4 ayat 2 (biasanya disatukan): perusahaan memotong pajak (istilahnya witheld) yang seharusnya dibayar oleh si penerima penghasilan. jadi, perusahaan membayar ke si penerima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">1. ITA 21 (Income tax art 21) atau PPh 21(Pajak Penghasilan Pasal 21): dipotong dari gaji karyawan (berarti kewajiban bagi perusahaan, uangnya yang harus disetorkan kepada negara)</p>
<p style="text-align: justify;">2. ITA 23, 26, dan 4 ayat 2 (biasanya disatukan): perusahaan memotong pajak (istilahnya witheld) yang seharusnya dibayar oleh si penerima penghasilan. jadi, perusahaan membayar ke si penerima penghasilan net of tax (sudah bersih pajak). sifatnya sama dengan ITA 21, adalah kewajiban yang uangnya disetor kepada negara (dari sisi kita sebagai pembayar jasa ya). ITA 23 itu atas jasa dalam negeri, sekarang rate-nya pukul rata 2%. ITA 26 untuk membayar jasa luar negeri, misalnya: bayar royalti ke perusahaan induk di US, rate-nya 20% atau bisa kurang dari itu (tergantung ada tax treaty atau tidak). 4 ayat 2 untuk jasa sewa.<span id="more-186"></span></p>
<p style="text-align: justify;">3. ITA 24: ini kredit pajak luar negeri. agak susah (ada kursusnya namanya brevet c). intinya, ada batas maksimum pajak luar negeri yang bisa kita kreditin (kreditin maksudnya jadiin pengurang pajak ITA 25).</p>
<p style="text-align: justify;">5. ITA 25: PPh badan. ini pajak untuk wajib pajak badan. dihitung setahun sekali</p>
<p style="text-align: justify;">6. ITA 29: ini cicilannya ITA 25. basis cicilannya: ITA 25 tahun sebelumnya, dibagi 12. nanti setelah setahun (ITA 25 tahun ini kan bisa jadi lebih besar atau lebih kecil dari tahun lalu), dihitung lagi kurang atau lebih bayar nya.</p>
<p style="text-align: justify;">7. VAT (Value Added Tax) atau PPN (Pajak Pertambahan NIlai). Flat 10%. ada dua macam VAT-in (PPN masukan) dan VAT out (PPN keluaran). VAT kita anggap VAT-in bila kita sebagai pembeli. VAT-out bila kita sebagai penjual. Nah, logikanya kan kalau kita jualan dan memungut pajak, pajaknya harus kita setorkan ke negara kan, tapi karena kita juga punya VAT-in (kita juga bayar VAT waktu beli barang/jasa), bisa kita set-off. jadi yang kita bayarin ke negara VAT-out setelah dikurangi VAT-in (status kita kurang bayar). kalau sebaliknya, VAT-in lebih besar, kita minta negara buat kembaliin ke kita, bisa dengan cara: dikompensasi ke masa pajak berikutnya (kalau kita kurang bayar, kita bayar dengan yang lebih bayar ini), atau di-restitusi (diminta kembaliin dengan uang tunai).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/jenis-jenis-pajak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi Ketika Rahasia Seorang Reseller Terbongkar</title>
		<link>http://blogspreneur.info/solusi-ketika-rahasia-seorang-reseller-terbongkar</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/solusi-ketika-rahasia-seorang-reseller-terbongkar#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 17:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[cara melakukan promosi]]></category>
		<category><![CDATA[harga beli reseller]]></category>
		<category><![CDATA[melakukan pendekatan pada agen]]></category>
		<category><![CDATA[membangun image perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[modal anak SMA]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[reborn]]></category>
		<category><![CDATA[refreshment product]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi Ketika Rahasia Seorang Reseller Terbongkar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengawali pembahasan kali ini saya angkat sebuah cerita tentang anak SMA yang berjualan kaos ke teman-temannya. Suatu hari modal anak itu diketahui oleh anak lain dan disebarkan ke teman-temannya. Misalnya, anak SMA tadi membeli kaos dari distributor seharga 30 ribu dan dijual ke temannya seharga 50 ribu. Awalnya laku keras karena modelnya yang bagus. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Untuk mengawali pembahasan kali ini saya angkat sebuah cerita tentang anak SMA yang berjualan kaos ke teman-temannya. Suatu hari modal anak itu diketahui oleh anak lain dan disebarkan ke teman-temannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, anak SMA tadi membeli kaos dari distributor seharga 30 ribu dan dijual ke temannya seharga 50 ribu. Awalnya laku keras karena modelnya yang bagus. Namun karena ketahuan mengambil untung sebanyak itu (20 ribu), jadi banyak yang menawar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika anak tadi tetap mematok di harga 50 ribu lama-lama semakin sedikit temannya yang mau membeli. Bagaimana kita mengatasi permasalahan seperti ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Harga beli seorang penjual/reseller merupakan rahasia perusahaan yang harus dijaga dengan sangat hati-hati. Apabila hal ini sampai terbongkar, maka kegagalan pasar sudah ada di depan mata dan kita harus segera mencari cara untuk mengatasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana mengatasi ini? Apakah dengan memberi bantahan bisa membereskan? Jawabnya tidak. Hal yang harus kita lakukan adalah melakukan reborn/refreshment product.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersihkan stok lama, berikan sebuah item yang berbeda, bangun lagi image baru akan item itu, atur dengan harga yang budgetable dengan target market. Suguhkan sesuatu yang berbeda dan bangun kembali kepercayaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu ada beberapa cara yang dapat kita lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Melakukan pendekatan pada agent sehingga mengetahui distributor atau bahkan industri nya. Sehingga harga belinya bisa lebih murah dan kemungkinan besar kita tetap mendapatkan keuntungan walaupun menjual dengan harga yang sama seperti agent.</p>
<p style="text-align: justify;">Melakukan promosi di luar domisili wilayah kebocoran informasi. Misalnya di sekolah lain atau di daerah lain selain daerah tempat tinggal teman yang sudah mengetahui rahasia harga produk kita tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika rahasia seorang reseller terbongkar, maka harus segera melakukan refresh image dan product. Tetap jaga kepercayaan dan berikan item-item baru untuk meregenerasi item lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga tips singkat ini bermanfaat <img src='http://blogspreneur.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/solusi-ketika-rahasia-seorang-reseller-terbongkar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banyak Saingan Bukan Halangan</title>
		<link>http://blogspreneur.info/banyak-saingan-bukan-halangan</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/banyak-saingan-bukan-halangan#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 17:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[dunia bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[handphone ITC Roxy Mas]]></category>
		<category><![CDATA[ide kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ide-ide bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jual pakaian di DTC Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[pasar sayur]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[penjual handphone di ITC]]></category>
		<category><![CDATA[persaingan usaha]]></category>
		<category><![CDATA[saingan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha yang diminati banyak orang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang baru terjun ke dunia bisnis atau entrepreneur sering kali banyak yang takut akan kerasnya persaingan. Ketika melihat suatu usaha yang sangat diminati banyak orang dengan pesaing yang banyak nyali kita seakan menciut. Namun apabila kita jujur dan bertanya pada diri kita lebih jauh lagi, memangnya kenapa kalau banyak saingan? kita dapat lihat penjual [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bagi yang baru terjun ke dunia bisnis atau entrepreneur sering kali banyak yang takut akan kerasnya persaingan. Ketika melihat suatu usaha yang sangat diminati banyak orang dengan pesaing yang banyak nyali kita seakan menciut.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun apabila kita jujur dan bertanya pada diri kita lebih jauh lagi, memangnya kenapa kalau banyak saingan? kita dapat lihat penjual pakaian di DTC Surabaya atau handphone di ITC Roxy Mas yang seakan-akan sudah seperti pasar sayur.<span id="more-152"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Baik di penjual pakaian di DTC maupun penjual handphone di ITC, mereka memiliki pesaing yang luar biasa banyaknya namun mereka tetap survive.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kita memasuki dunia usaha atau entrepreneur, banyaknya saingan jangan sampai mematahkan semangat kita. Harus ada inovasi atau cara-cara kita yang beda dari lainnya, bukan usahanya yang beda tetapi inovasinya yang kita harus kembangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita harus berani mengeluarkan ide-ide, berani mencoba sesuatu yang baru. Berikan keunikan pada usaha kita meski jenis dan tempatnya sama dengan yang lain. Ciptakan ide kreatif dan berani mengungkapkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadikan pesaing kita sebagai <a href="http://<a href="http://blogspreneur.info/"title=" Kumpulan artikel seputar Bisnis, Motivasi, Monetisasi Blog, dan Bisnis Online " >blogspreneur</a>.info/category/motivasi&#8221;title=&#8221;Motivasi&#8221; >motivasi</a> untuk terus berinovasi. Berikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Bersaing dengan cara yang sehat dan fair. Maka kita akan tetap survive ditengah persaingan yang saya sebut seakan seperti pasar sayur tadi. Bukankah penjual dipasar sayur juga tetap survive dengan jualannya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/banyak-saingan-bukan-halangan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trading Options</title>
		<link>http://blogspreneur.info/trading-options</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/trading-options#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 17:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[alat finansial pemilik modal]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[harga tanah]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian options]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian Trading Options]]></category>
		<category><![CDATA[surat kontrak]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda pembelian tanah]]></category>
		<category><![CDATA[trading options]]></category>
		<category><![CDATA[trading options adalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Trading Options sering disebut dengan opsi saham merupakan alat finansial bagi para pemilik modal/penanam modal ritel kecil di seluruh dunia yang memberi peluang penanam modal tersebut untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya dengan dana sekecil-kecilnya. Dalam Trading Option ini ada beberapa pilihan / Option yang memerlukan analisa dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan. Untuk mengambil keputusan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Trading Options</strong> sering disebut dengan opsi saham merupakan alat finansial bagi para pemilik modal/penanam modal ritel kecil di seluruh dunia yang memberi peluang penanam modal tersebut untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya dengan dana sekecil-kecilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Trading Option ini ada beberapa pilihan / Option yang memerlukan analisa dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengambil keputusan yang tepat, maka kita perlu memahami pengertian dari Option ini. Sebagai gambaran, saya berikan ilustrasi sebagai berikut :<span id="more-146"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Misal, ada tanah dijual dengan harga 500 Juta. Kemudian ada pembeli yang berminat untuk membeli tanah tersebut, namun ia hanya memiliki uang 50 Juta. Pembeli tersebut berjanji akan melunasi sisanya 3 bulan kedepan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah terjadi kesepakatan, pembeli tersebut membuat surat kontrak dan membayar 50 Juta sebagai tanda jadi atau DP (Down Payment) pembelian tanah tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam surat kontrak tertera, apabila sampai waktu jatuh tempo pembeli tidak berhasil melunasi sisa pembayarannya maka tanah akan diambil kembali oleh pihak penjual dan uang muka tidak dapat dikembalikan (hangus).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cerita 1 :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1 Bulan kemudian tanah tersebut terkena bencana Lumpur Lapindo, sehingga harga tanah langsung anjlok hingga berkisar 200 juta an. Ada dua Option/pilihan yang dapat dilakukan pembeli tanah tadi, yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Tetap melunasi tanah seharga 500 Juta, walaupun      sudah pasti akan rugi.</li>
<li>Membiarkan tanah tersebut hingga waktu jatuh tempo      dan tanah akan disita kembali, sehingga pembeli hanya akan mendapat      kerugian sebesar 50 juta.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Nah, secara logika sudah tentu kita akan memilih option kedua bukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cerita 2 :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1 Bulan kemudian di area sekitar tanah tersebut dibangun tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang menyebabkan harga tanah naik hingga 3 kali lipat. Maka, Option yang dapat dilakukan pembeli adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Segera mencari pinjaman uang dan melunasi sisa      pembayaran tanah tadi (sebanyak 450 juta) lalu menjualnya dengan harga 3 X      lipat atau lebih kepada orang lain.</li>
<li>Pembeli tidak mencari pinjaman, tetapi menjual surat kontrak atau      tanda jadi tadi kepada orang lain dengan harga beberapa kali lipat dari      semula (missal 100 juta, 150 juta, atau 200 juta).</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dari 2 Cerita diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa dengan Trading Option, potensi kerugian kita terbatas (limited), yaitu sebesar harga uang muka tanah tadi (50 Juta).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun profit kita tidak terbatas (unlimited) sepanjang harga tanah yang naik terus – menerus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/trading-options/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Kesalahan dalam Strategi Mendatangkan Trafik</title>
		<link>http://blogspreneur.info/beberapa-kesalahan-dalam-strategi-mendatangkan-trafik</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/beberapa-kesalahan-dalam-strategi-mendatangkan-trafik#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 17:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan mendatangkan trafik]]></category>
		<category><![CDATA[keyword]]></category>
		<category><![CDATA[koin emas]]></category>
		<category><![CDATA[mendatangkan pengunjung]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian di Search Engine]]></category>
		<category><![CDATA[perhiasan emas]]></category>
		<category><![CDATA[spam]]></category>
		<category><![CDATA[spamming]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Mendatangkan Trafik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita berusaha mendatangkan traffik untuk sebuah website, kita sering melakukan beberapa kesalahan. Beberapa kesalahan memang tidak terlalu berdampak buruk bagi perkeembangan website kita. Namun, ada beberapa kesalahan fatal yang dapat membuat pengunjung menjadi tidak nyaman dan enggan untuk berkunjung kembali ke website kita. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat kita berusaha mendatangkan traffik ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ketika kita berusaha mendatangkan traffik untuk sebuah website, kita sering melakukan beberapa kesalahan. Beberapa kesalahan memang tidak terlalu berdampak buruk bagi perkeembangan website kita. Namun, ada beberapa kesalahan fatal yang dapat membuat pengunjung menjadi tidak nyaman dan enggan untuk berkunjung kembali ke website kita.<span id="more-129"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat kita berusaha mendatangkan traffik ke website kita adalah:</p>
<p style="text-align: justify;">1. <strong>Spam</strong> Salah satu dari kesalahan besar yang dapat kita perbuat saat mencari trafik adalah melakukan spamming dengan menaruh link/alamat website kita disembarang tempat tanpa mempedulikan aturan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aturan-aturan yang berlaku di mesin pencari dibuat untuk kebaikan pengunjung dan website yang dikunjungi. Jika kita tidak mempedulikan aturan tersebut dan kita melanggarnya, maka website kita akan terancam di blacklist, yang berarti website kita di cap buruk dan tidak akan diprioritaskan dalam pencarian di Search Engine.</p>
<p style="text-align: justify;">2. <strong>Kesalahan Tipe Pengunjung. </strong>Jika anda menjual koin emas, tentunya anda tidak memerlukan pengunjung yang mencari kalung emas. Sepertinya pengunjung anda akan sia-sia kalau tidak dapat anda konversi menjadi konsumen.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka anda harus memastikan informasi, deskrpisi, dan kata kunci benar-benar tepat untuk website dan produk anda. Informasi yang jelas dan benar akan mendatangkan pengunjung yang benar-benar membutuhkan informasi dan produk yang anda tawarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">3. <strong>Tidak Menggunakan Keyword yang Berupa Frase</strong>. Saat ini, penggunaan <em>single keyword</em> tidak dapat memberi informasi yang cukup terhadap produk yang kita tawarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalkan, anda menjual Koin Emas, tetapi anda hanya menggunakan keyword Emas. Maka, akan terjadi banyak kerancuan antara Koin emas, Perhiasan emas, Kalung Emas, Emas batangan, dan banyak istilah lain yang mengandung keyword emas.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, penggunaan frase untuk memberi penjelasan secara lebih spesifik sangat dibutuhkan agar pengunjung dapat lebih mudah mendapatkan produk yang mereka cari.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/beberapa-kesalahan-dalam-strategi-mendatangkan-trafik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
