<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blogspreneur.info &#187; Kisah Inspiratif</title>
	<atom:link href="http://blogspreneur.info/category/kisah-inspiratif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogspreneur.info</link>
	<description>Kumpulan artikel seputar Bisnis, Motivasi, Monetisasi Blog, dan Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 15:51:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kisah Semut dan Lalat</title>
		<link>http://blogspreneur.info/kisah-semut-dan-lalat</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/kisah-semut-dan-lalat#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 13:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bangkai lalat]]></category>
		<category><![CDATA[cara menjadi pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[cara-cara baru]]></category>
		<category><![CDATA[kisah motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah seekor lalat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Semut dan Lalat]]></category>
		<category><![CDATA[lalat]]></category>
		<category><![CDATA[makanan lezat]]></category>
		<category><![CDATA[nasib]]></category>
		<category><![CDATA[pintu rumah kaca]]></category>
		<category><![CDATA[semut merah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Kisah dibawah ini menceritakan tentang sebuah perjuangan yang tidak mendatangkan hasil dengan cara-cara lama. Dari cerita dibawah ini nanti kita akan dapat mengambil hikmah bahwa, &#8220;Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.&#8221; Berikut ceritanya: Beberapa ekor lalat beterbangan di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Kemudian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kisah dibawah ini menceritakan tentang sebuah perjuangan yang tidak mendatangkan hasil dengan cara-cara lama. Dari cerita dibawah ini nanti kita akan dapat mengambil hikmah bahwa, &#8220;Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya  melakukannya dengan cara yang berbeda.&#8221; Berikut ceritanya:</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa ekor lalat beterbangan di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Kemudian ada anak kecil yang keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Pintu rumah tersebut terbuat dari kaca.<span id="more-178"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Lalu terlihat seekor lalat bergegas untuk terbang memasuki rumah itu. Si lalat tersebut langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aku bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya diriku menikmati makanan segar&#8221;, kata lalat itu. Setelah si lalat kenyang, ia kemudian ingin keluar dan terbang menuju pintu yang sama saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat.</p>
<p style="text-align: justify;">Si lalat hinggap sebentar di kaca pintu memandangi teman-temannya yang melambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Si lalat terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari bawah ke atas dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari semakin petang, si lalat itu nampak lelah dan kelaparan. Esok paginya, lalat itu terkulai lemas dan terkapar di lantai.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak jauh dari tempat itu, terlihat serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Saat mereka menjumpai lalat yang tak berdaya itu, dengan serentak mereka berkerumun dan menggigit tubuh lalat itu beramai-ramai hingga mati. Kemudian kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada temannya yang lebih tua, &#8220;Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh, hal seperti ini sudah sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, lalat itu sudah sungguh-sungguh berjuang keras untuk berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Semut kecil itu nampak mengangguk-angguk, namun masih penasaran dan bertanya lagi, &#8220;Aku masih belum mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Tapi kenapa tidak berhasil?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Masih sambil berjalan dan mengangkut bangkai lalat, semut tua itu menjawab, &#8220;Lalat itu adalah lalat yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak sambil melanjutkan perkataannya, namun kali ini ia berkata dengan mimik dan nada lebih serius, &#8220;Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan sama seperti lalat ini.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/kisah-semut-dan-lalat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Anak Penjual Susu</title>
		<link>http://blogspreneur.info/kisah-anak-penjual-susu</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/kisah-anak-penjual-susu#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 18:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[agen susu]]></category>
		<category><![CDATA[botol susu]]></category>
		<category><![CDATA[jual susu]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Penjual Susu]]></category>
		<category><![CDATA[membantu orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[menjual pada konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[meraih cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan sapi perah]]></category>
		<category><![CDATA[susu hangat]]></category>
		<category><![CDATA[tagihan administrasi rumah sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya, ada seorang anak yang memiliki cita-cita tinggi. Ia berjuang keras agar bisa sekolah dan meraih cita-citanya itu. Anak ini berasal dari keluarga tidak mampu. Untuk membiayai sekolahnya, setiap hari ia harus membantu orang tuanya menjual susu sepulang sekolah. Susu yang di dapat dari agen, dia jual langsung kepada konsumen secara eceran dalam botol. Perjuangannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ceritanya, ada seorang anak yang memiliki cita-cita tinggi. Ia berjuang keras agar bisa sekolah dan meraih cita-citanya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak ini berasal dari keluarga tidak mampu. Untuk membiayai sekolahnya, setiap hari ia harus membantu orang tuanya menjual susu sepulang sekolah. Susu yang di dapat dari agen, dia jual langsung kepada konsumen secara eceran dalam botol.<span id="more-101"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perjuangannya tidak ringan. Makan sehari sekali sudah sering ia alami. Bahkan, kadang susu yang dijualnya tidak laku satu pun. Banyak orang yang sudah meninggalkan penjual susu keliling dan beralih menggunakan susu bubuk yang mereka seduh sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari, orang tuanya sakit sehingga tak dapat bekerja. Kondisi keuangan orang tuanya juga sangat kritis bahkan hampir minus. Anak tersebut harus berjuang untuk dapat membeli makan pada hari itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, nasib baik tak kunjung datang padanya. Dari rumah ke rumah ia datangi, dari pintu ke pintu ia ketuk, belum satu pun orang yang membeli susu nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai hari mulai petang anak ini belum makan apa pun. Sebenarnya ada keinginan kuat untuk membuka satu botol susu dagangannya dan meminumnya. Namun niat itu selalu di urungkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila hal itu ia lakukan, ia tak akan memberi setoran pada agen. Selain itu, esok ia tak akan dapat setoran susu lagi sehingga ia tak bias jualan.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, di tahannya lapar dan lelah itu hingga malam tiba. Ia terduduk lemas di depan sebuah rumah. Dia hampir tertidur karena saking lelahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba ibu pemilik rumah itu keluar rumah. Melihat seorang anak yang duduk lemas bersandar tembok terasnya, Ibu itu menghampiri lalu menanyakan keadaan anak itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak itu diam tidak menjawab, dia hanya menawarkan susunya barangkali ibu ini mau membeli. Namun ibu pemilik rumah itu paham akan keadaan anak tersebut dan menyuruhnya untuk masuk terlebih dahulu ke rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah di dalam rumah, Ibu itu malah menyuguhi anak itu dengan segelas susu hangat. Betapa bahagianya anak tersebut melihat ada orang yang begitu dermawan dan memiliki belas kasihan padanya. Sampai kapan pun ia tak akan melupakan jasa seorang ibu janda yang rupanya memiliki peternakan sapi perah itu.</p>
<p style="text-align: center;">- &#8211; -</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sekitar 7 tahun berlalu, Ibu yang menolong anak tersebut jatuh sakit. Sakitnya semakin parah hingga harus berobat dengan biaya mahal dan menjual seluruh aset peternakan yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kondisi keuangan ibu ini semakin kritis, saat pengobatannya sudah selesai. Pihak rumah sakit menyerahkan tagihan administrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah dari mana dan bagaimana Ibu itu akan membayar tagihan pengobatan yang ternyata mencapai Puluhan Juta Rupiah itu. Namun, di dalam tagihan itu ada secarik kertas kwitansi yang bertuliskan: “Sudah Lunas dengan Segelas Susu”</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata anak penjual susu tadi menjadi Direktur Utama di Rumah Sakit tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/kisah-anak-penjual-susu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Pengemudi dan Teknisi</title>
		<link>http://blogspreneur.info/kisah-pengemudi-dan-teknisi</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/kisah-pengemudi-dan-teknisi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 00:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bersemangat dalam karir]]></category>
		<category><![CDATA[faktor penentu sukses]]></category>
		<category><![CDATA[hidup berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[memulai karir dari nol]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan direktur utama]]></category>
		<category><![CDATA[pengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[teknisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah cerita tentang 2 Orang yang melamar kerja. Yang satu sebagai Pengemudi dan satunya lagi sebagai Teknisi. Mereka sama-sama mulai karir dari nol dengan pendidikan yang setara. Yang satu lulusan SMA dan yang satunya lulusan STM. Setelah 15 tahun berlalu, Si Pengemudi tetap menjadi Pengemudi dengan pendapatan yang tetap setara dengan 15 tahun lalu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada sebuah cerita tentang 2 Orang yang melamar kerja. Yang satu  sebagai Pengemudi dan satunya lagi sebagai Teknisi. Mereka sama-sama mulai karir dari nol dengan pendidikan yang setara. Yang satu lulusan SMA dan yang satunya lulusan STM.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah 15 tahun berlalu, Si Pengemudi tetap menjadi Pengemudi dengan pendapatan yang tetap setara dengan 15 tahun lalu. Sedangkan teknisi kini sudah menjadi Direktur Utama dengan pendapatan yang jauh di atas pendapatannya 15 tahun lalu.<span id="more-16"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa bisa terjadi seperti ini? Apakah yang membuat penghasilan mereka berbeda secara mencolok? padahal mereka mulai dengan modal yang hampir sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata Si Pengemudi beranggapan bahwa dia sudah ditakdirkan Tuhan untuk memiliki Darah orang kecil. Dari kakek, ayah, hingga saudara-saudaranya memang hanya menjadi orang kecil sejak dahulu. Sehingga ia diajarkan untuk tidak memiliki keinginan macam-macam agar tidak stres dan harus bersyukur dengan pendapatan berapapun yang ia terima.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan si teknisi, ia menjalani karirnya dengan semangat untuk menjadi orang besar. Dia bekerja dengan sangat rajin, teliti, berkompeten, mau belajar hal-hal baru, ringan tangan membantu rekan-rekannya yang lain, serta mempunyai inisiatif tinggi untuk membawa perusahaan tempat ia bekerja menjadi lebih maju dan berhasil.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai suatu hari, ketika pimpinan perusahaan yang lama harus menangani  perusahaan lain yang lebih besar dan butuh memerlukan penggantinya, ia yang dipilih, dengan alasan bahwa ialah orang yang paling tahu dan paling menguasai operasional perusahaan ini secara detail.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, bagaimana kita mengambil kesimpulan dari cerita diatas? Apakah kesuksesan seseorang ditentukan oleh darah orang tua mereka? (mana ada teori demikian) Jadi faktor apakah yang menentukan kesuksesan?</p>
<p style="text-align: justify;">Dari cerita diatas, salah satu pelajaran yang dapat kita ambil adalah, kesuksesan ditentukan oleh sikap kita, bagaimana kita melakukan yang terbaik dalam pekerjaan kita, yakin akan berhasil, dan pantang menyerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama ini ternyata masyarakat kita banyak yang dikerdilkan oleh kepercayaan dan keyakinan yang salah yang tertanam dalam benak mereka.  Mereka beranggapan bahwa mereka sudah ditakdirkan menjadi orang kecil, Sehingga menjadi budaya mereka untuk tidak mempunyai keinginan macam-macam, tidak bercita-cita tinggi, dan menerima hidup yang alakadarnya tanpa usaha lebih untuk menjadikan hidup lebih berkualitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimanapun keadaannya, sukses merupakan hak setiap orang. Tuhan memberi kesempatan yang sama kepada setiap makhluknya untuk berusaha mencari kesuksesan dalam hidupnya. Sudahkah kesempatan ini kita manfaatkan?</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/kisah-pengemudi-dan-teknisi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogspreneur.info sudah dibuka</title>
		<link>http://blogspreneur.info/blogspreneur-info-sudah-dibuka</link>
		<comments>http://blogspreneur.info/blogspreneur-info-sudah-dibuka#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 07:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roziqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Monetisasi Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[blogspreneur]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogspreneur.info/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmanirrohim 18 Desember 2009 bertepatan dengan tanggal kelahiran pemilik Blog ini, Blogspreneur.info sudah resmi dibuka. Blog ini nantinya akan saya isi dengan Kumpulan artikel seputar Bisnis, Motivasi, Monetisasi Blog, dan Bisnis Online. Artikel-artikel yang ada dalam blog ini merupakan hasil dari pengalaman pribadi, opini, serta pengetahuan yang penulis dapat. Dalam perjalanannya, tentunya blog ini akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrohmanirrohim</p>
<p style="text-align: justify;">18 Desember 2009 bertepatan dengan tanggal kelahiran pemilik Blog ini, <a href="http://blogspreneur.info/"title=" Kumpulan artikel seputar Bisnis, Motivasi, Monetisasi Blog, dan Bisnis Online " >Blogspreneur</a>.info sudah resmi dibuka. Blog ini nantinya akan saya isi dengan Kumpulan artikel seputar Bisnis, <a href="http://blogspreneur.info/category/motivasi"title="Motivasi" >Motivasi</a>, <a href="http://blogspreneur.info/category/monetisasi-blog"title="Monetisasi Blog" >Monetisasi Blog</a>, dan <a href="http://blogspreneur.info/category/bisnis-online"title="Bisnis Online" >Bisnis Online</a>. Artikel-artikel yang ada dalam blog ini merupakan hasil dari pengalaman pribadi, opini, serta pengetahuan yang penulis dapat.<span id="more-1"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalanannya, tentunya blog ini akan mendapat banyak sekali tantangan. Untuk itu partisipasi pembaca untuk ikut serta memberikan tanggapannya melalui komentar sangat penulis harapkan demi terbentuknya blog yang informatif dan berguna bagi pembaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis akan berusaha memberikan yang terbaik bagi pembaca. Info-info seputar Bisnis, Motivasi, Monetisasi Blog, dan Bisnis Online dapat anda peroleh melalui blog ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogspreneur.info/blogspreneur-info-sudah-dibuka/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
