Dalam dunia ini manusia diciptakan Tuhan dengan berbeda antar satu dengan yang lain. Meskipun banyak dari kita yang dicipitakan kembar, tetap ada perbedaan, tidak ada yang sama persis.
Manusia diciptakan dengan kemampuan berbeda, karakter berbeda, tempramen berbeda, hingga nasib yang berbeda. Perbedaan inilah yang menjadikan kita harus bersaing antar satu dengan yang lain.
Lalu, dengan bekal kemampuan dasar yang telah diberi Tuhan itu, apakah kita akan menggunakan seadanya saja atau berusaha mengubahnya ke arah lebih baik?
Jika anda memiliki kecerdasan yang berbeda dengan orang lain, lalu anda menemukan seseorang yang memiliki kecerdasan diatas anda. Manakah yang akan anda pilih:
- Bersaing dengan orang yang setara atau dibawah anda.
- Berusaha untuk menjadi sama atau mengungguli orang yang diatas anda tersebut, atau
- Terus belajar tanpa peduli siapapun yang berada diatas anda.
Apabila anda memilih jawaban pertama, berarti anda memiliki mindset tetap. Dengan mindset ini anda berkeyakinan bahwa kecerdasan anda tidak dapat diubah. Intelegensi/kecerdasan anda adalah hal yang sangat mendasar, sehingga anda tidak dapat berbuat banyak untuk mengubahnya.
Bila jawaban yang anda pilih adalah jawaban kedua, anda akan termotivasi untuk belajar lebih giat hingga anda memiliki kemampuan yang sama atau diatas orang tersebut.
Namun begitu, bagi seseorang yang kurang tahan terhadap tekanan hal ini dapat menyebabkan stress. Anda akan mencurahkan tenaga anda untuk mendapatkan posisi yang setara dengan saingan anda lalu berusaha mengunggulinya.
Dalam pilihan yang kedua ini, anda akan dibatasi oleh seseorang yang ada diatas anda itu. Anda akan terfokus pada kemampuannya, bukan pada kemampuan anda. Anda akan berusaha untuk sama dengannya, lalu perlahan-lahan berusaha mengunggulinya.
Bila anda memilih jawaban yang ketiga, anda akan melakukan apapun tanpa mempedulikan siapa pesaing anda. Anda belajar terus tanpa peduli seberapa besar kemampuan anda.
Pilihan ketiga ini adalah pilihan seseorang yang memiliki mindset berkembang. Mereka percaya bahwa kecerdasan dapat diubah. Kemampuan dapat dikembangkan, dan segala anugerah pemberian Tuhan ini dapat terus diubah dan dikembangkan untuk menjadi lebih baik.
Anda tidak memiliki batas untuk berusaha. Anda akan terus belajar dan menghadapi tantangan dengan leluasa tanpa mengkhawatirkan seberapa besar kemampuan yang anda miliki saat ini.
Pilihan manapun yang anda pilih, ingatlah bahwa yang cerdas di awal belum tentu cerdas di akhir, yang beruntung di awal belum tentu akan memiliki keberuntungan yang sama di akhir.
Tentunya pilihan ini akan berganti-ganti sesuai keadaan yang berlangsung. Semua tergantung usaha kita untuk mengubahnya menjadi lebih baik atau membiarkannya tetap pada keadaan awal.






aku pilih nomer 3
hidup ini dinamis mas, pilihannya bisa berganti2 sesuai keadaan yang sedang berlangsung..
kadang nomor 2 kadang nomor 3 tergantung mood
kombinasi ketiganya, tergantung situasi
komen sik mas bos…
tak woco keri…
wah, mau coba yang nomer 3, soalnya masih di level 2 dan mendekati stress. hehe…
Biasanya kalo nyetir mobil, saya selalu pelan kalo ga ada kendaraan di depan saya yang lebih kenceng.
Tapi kalo ada yang lebih kenceng, saya bakalan berusaha lebih kenceng lagi.
Biasanya sih analoginya seperti itu, jadi saya termasuk yang kedua sih…
Pengen nyoba yang ketiga deh, kayaknya asyik…
@SemutGeni.Net: Aku juga
Tapi, kadang-kadang saya juga milih yang nomor 2
@budiono: Ya, setuju!!! Terima kasih Mas atas tambahannya
@sauskecap: Lha! anda juga sama dengan saya
@ridwan: OK! Bolehlah pilih semuanya
@mubaroki: Whatever, penting sik gelem moco… hahaha…
@hanif IM: Wah, hati-hati nih kalo di level 2. Kalo ga’ kuat bisa stress beneran lho!!!
Paling enak sebenarnya pilihan ke-3 = Be Your Self
@Iwan: Hahaha… kita sama ya, tapi yang saya setir untuk saat ini masih sepeda motor. Impian untuk nyetir mobil ditargetkan setelah lulus kuliah nanti (masih berapa tahun ya? kuliah aja belum
) Pilihan ke-3 is the best.
Kalo aku niy, mas, punya jawaban sendiri.. Hehehehehe….
aku cndrung nmr 2.
apik tulisanmu, tapi diperhatikan kata dasar “ubah”… jangan “rubah”
rubah itu nama hewan, hehehhe…
diubah, mengubah, bukan dirubah, merubah…
yo le… hehehhe…