Untuk mengawali pembahasan kali ini saya angkat sebuah cerita tentang anak SMA yang berjualan kaos ke teman-temannya. Suatu hari modal anak itu diketahui oleh anak lain dan disebarkan ke teman-temannya.
Misalnya, anak SMA tadi membeli kaos dari distributor seharga 30 ribu dan dijual ke temannya seharga 50 ribu. Awalnya laku keras karena modelnya yang bagus. Namun karena ketahuan mengambil untung sebanyak itu (20 ribu), jadi banyak yang menawar.
Ketika anak tadi tetap mematok di harga 50 ribu lama-lama semakin sedikit temannya yang mau membeli. Bagaimana kita mengatasi permasalahan seperti ini?
Harga beli seorang penjual/reseller merupakan rahasia perusahaan yang harus dijaga dengan sangat hati-hati. Apabila hal ini sampai terbongkar, maka kegagalan pasar sudah ada di depan mata dan kita harus segera mencari cara untuk mengatasinya.
Lalu bagaimana mengatasi ini? Apakah dengan memberi bantahan bisa membereskan? Jawabnya tidak. Hal yang harus kita lakukan adalah melakukan reborn/refreshment product.
Bersihkan stok lama, berikan sebuah item yang berbeda, bangun lagi image baru akan item itu, atur dengan harga yang budgetable dengan target market. Suguhkan sesuatu yang berbeda dan bangun kembali kepercayaan mereka.
Selain itu ada beberapa cara yang dapat kita lakukan.
Melakukan pendekatan pada agent sehingga mengetahui distributor atau bahkan industri nya. Sehingga harga belinya bisa lebih murah dan kemungkinan besar kita tetap mendapatkan keuntungan walaupun menjual dengan harga yang sama seperti agent.
Melakukan promosi di luar domisili wilayah kebocoran informasi. Misalnya di sekolah lain atau di daerah lain selain daerah tempat tinggal teman yang sudah mengetahui rahasia harga produk kita tadi.
Ketika rahasia seorang reseller terbongkar, maka harus segera melakukan refresh image dan product. Tetap jaga kepercayaan dan berikan item-item baru untuk meregenerasi item lama.
Semoga tips singkat ini bermanfaat





